Happily shared our short stories. Thanks for your attention. Your comment will help us to improve.

Label

Tampilkan postingan dengan label Other. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Other. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2013

Yearn (A Grandma's Love)


                Eleonore menatap ke arah kursi tua di sudut ruang keluarga. Posisi perabotan masih sama seperti saat ditinggalkan sepuluh tahun lalu. Sofa yang biasa ia kuasai sendiri juga masih ada di sisi timur ruangan. Eleonore mendekati kursi tua di sudut ruangan. Ia membuka kain penutup kursi itu. Walaupun sudah cukup lama ditinggalka, kursi kayu itu masih terlihat bagus. Eleonore tersenyum. Ia masih dapat membayangkan saat-saat Nenek Marion duduk santai di kursi itu.

                Menuju dapur, tidak ada yang berubah. Hanya perabotan yang dulu bersih sekarang tertutup debu. Eleonore masih ingat, saat masih kecil  ia terjatuh di dekat pintu masuk dapur. Ibu malah memarahinya karena sebelumnya sudah diperingatkan agar tidak berlari. Tangis Eleonore bertambah keras. Nenek Marion lalu membawanya ke taman agar tidak menangis lagi.

                Eleonore melangkah menuju halaman belakang. Ia tersenyum membayangkan kenangannya bersama Nenek Marion saat merawat kebun bunga kecil mereka. Eleonore kecil memang sangat dekat dengan Nenek Marion. Kebun bunga yang sering mereka rawat bersama sekarang sudah tidak ada. Ia tertunduk sebentar.

Selasa, 30 Oktober 2012

Writing and Writer?



Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata “menulis” atau “penulis”? Mungkin yang terlintas di pikiran sebagian besar dari Anda adalah kegiatan yang membosankan, hanya berkutat dengan pensil, pulpen dan kertas atau keyboard dan monitor. Untuk penulis, orang yang sama membosankannya dengan kegiatan yang dilakukannya sehingga ia mendapat julukan sebagai seorang “penulis”.

Dibandingkan dengan kegemaran lain seperti dancing, modelling, atau sport, menulis menempati urutan terbawah dari segi popularitas. Salah satu alasan ketidakpopuleran menulis adalah adanya persepsi menulis itu sulit, hanya orang tertentu yang dapat melakukannya. Alasan lainnya, persepsi bahwa menulis hanya cocok untuk seorang kutu buku, tidak keren seperti dancing, modelling atau sport. Ironisnya, walaupun ada persepsi bahwa menulis itu sulit, tidak sedikit orang yang tidak menghargai seorang penulis maupun karyanya, terlebih lagi jika si penulis masih pemula.