Eleonore menatap ke arah kursi tua di sudut ruang keluarga. Posisi
perabotan masih sama seperti saat ditinggalkan sepuluh tahun lalu. Sofa yang
biasa ia kuasai sendiri juga masih ada di sisi timur ruangan. Eleonore
mendekati kursi tua di sudut ruangan. Ia membuka kain penutup kursi itu.
Walaupun sudah cukup lama ditinggalka, kursi kayu itu masih terlihat bagus.
Eleonore tersenyum. Ia masih dapat membayangkan saat-saat Nenek Marion duduk
santai di kursi itu.
Menuju dapur,
tidak ada yang berubah. Hanya perabotan yang dulu bersih sekarang tertutup
debu. Eleonore masih ingat, saat masih kecil
ia terjatuh di dekat pintu masuk dapur. Ibu malah memarahinya karena
sebelumnya sudah diperingatkan agar tidak berlari. Tangis Eleonore bertambah
keras. Nenek Marion lalu membawanya ke taman agar tidak menangis lagi.
Eleonore
melangkah menuju halaman belakang. Ia tersenyum membayangkan kenangannya
bersama Nenek Marion saat merawat kebun bunga kecil mereka. Eleonore kecil
memang sangat dekat dengan Nenek Marion. Kebun bunga yang sering mereka rawat
bersama sekarang sudah tidak ada. Ia tertunduk sebentar.